Recent Posts

adsense

Senin, 27 Juli 2020

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH - Materi PAI Kelas 8 - 27 Juli 2020

Assalamu'alaikum Wr Wb

Hari ini kita akan belajar materi dibawah ini, semoga kita diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan dapat belajar dengan opitmal.

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

 

A.   Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt.

           Arti iman menurut bahasa adalah percaya. Iman kepada kitab Allah menurut bahasa artinya percaya kepada kitab Allah. Menurut istilah iman kepada kitab Allah adalah sikap percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kita-kitabNya kepada para rasul dan nabinya untuk dijadikan pedoman hidup manusia agar dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat

Beriman kepada kitab-kitab Allah (kitabullah) tidak lepas hubungannya dengan wahyu, karena pada dasarnya kitab-kitab Allah itu adalah merupakan kumpulan wahyu Allah yang disampaikan kepada para Nabi dan Rasul melalui perantaraan Malaikat Jibril.

           Adapun pengertian wahyu adalah pemberitahuan Allah, yang disampaikan kepada para Nabi dan Rasul melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dalam istilah agama, pemberitahuan Allah kepada seorang Nabi atau Rasul tentang hukum syara’ (agama) untuk dijadikan pedoman hidup bagi umat manusia dalam rangka untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Beriman kepada kitab-kitab Allah termasuk rukun iman yang ketiga.

     Dalil Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artinya :     Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (Q.S. An Nisa [3] : 136)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Artinya :    Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikut keridlaan-Nya ke jalan keselamatan dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus.” (Q.S. al-Māidah /5  : 16)

 

B.   Kitab-Kitab Dan Rasul Penerimanya

Wahyu Allah yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul, tetapi bukan merupakan bendelan kitab, namun hanya berupa lembaran-lembaran atau brosur disebut Shuhuf.

Abu Dzar r.a. bertanya kepada Rasulullah SAW : ” Berapa kitab yang diturunkan Allah ?” Rasulullah SAW menjawab : ” Seratus empat kitab, antara lain lima puluh suhuf diwahyukan kepada Nabi Syis AS, tiga puluh suhuf diwahyukan kepada nabi Idris AS, sepuluh suhuf diwahyukan kepada Nabi Ibrahim AS, sepuluh suhuf diwahyukan kepada Nabi Musa AS, dan empat kitab diwahyukan kepada :

1.         Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS. ( QS Al-Maidah : 44 )

Isi kandungan kitab Taurat disebut The Ten Commandment (10 hukum Tuhan) yang meliputi:

a.    Kewajiban meyakini keesaan Allah

b.    Larangan menyembah berhala

c.    Larangan menyebut nama Allah dengan sia-sia

d.    Supaya mensucikan Hari Sabath (Sabtu)

e.    Menghormati kedua orang tua

f.     Larangan membunuh sesama manusia tanpa alasan yang haq (benar)

g.    Larang berbuat zina

h.    Larang mencuri

i.      Larangan menjadi saksi palsu

j.      Larangan mengambil hak orang lain.

 

2.         Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud AS. ( QS Al-Isra’ : 55 )

Zabur adalah kumpulan firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Dawud as.

وَلَقَدۡ فَضَّلۡنَا بَعۡضَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ عَلَىٰ بَعۡضٖۖ وَءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ زَبُورٗا

Artinya : "Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian    nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud." (QS. 17/Al Isro': 55)

 

            Kata zabur (bentuk jamaknya zubur) berasal dari zabara-yazburu-zabr yang berarti menulis. Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabur dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan mazmuur (jamaknya mazamir), dan dalam bahasa Ibrani disebut mizmor. nyanyian rohani yang dianggap suci)

Kitab Zabur berisi kumpulan mazmur, yakni nyanyian rohani yang dianggap suci (Inggris: Psalm) yang berasal dari Nabi Dawud as. 150 nyanyian yang terkumpul dalam kitab ini berkisah tentang seluruh peristiwa dan pengalaman hidup Nabi Dawud as. mulai dari mengenai kejatuhannya, dosanya, pengampunan dosanya oleh Allah, suka-cita kemenangannya atas musuh Allah, kemuliaan Tuhan, sampai kemuliaan Mesias yang akan datang.     Dengan demikian jelaslah bahwa kitab ini sama sekali tidak mengandung hukum-hukum atau syariat (peraturan agama), karena Nabi Dawud as. diperintahkan oleh Allah SWT mengikuti peraturan yang dibawa oleh Nabi Musa as.

            Isi kandungan kitab zabur terdiri atas lima nyanyian, yaitu sebagai berikut.

a.     Nyanian kebaktian untuk memuji Tuhan.

b.     Nyanyian perorangan sebagai uncapan syukur kepada Tuhan.

c.      Ratapan-ratapan jamaah.

d.     Ratapan dan doa individu.

e.     Nyanyian untuk raja.

. 

3.         Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS. ( QS Al-maidah : 46 )

 

وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡإِنجِيلَ فِيهِ هُدٗى وَنُورٞ وَمُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَهُدٗى وَمَوۡعِظَةٗ لِّلۡمُتَّقِينَ

 

Artinya : Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya  (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

 

              Isi pokok kitab injil ini pada dasarnya adalah berupa ajakan kepada umat Nabi Isa a.s. agar dalam berkehidupan menjauhi sikap rakus dan tamak terhadap keduniawian. Adapun lainnya adalah sebagai berikut.

a.    Menjelaskan bahwa kelak akan datang kembali rasul setelah Nabi Isa a.s., yaitu Nabi Muhammad SAW.

b.    Perintah untuk kembali mengesakan Allah Swt.

c.    Menghapus beberapa hukum dalam Kitab Taurat yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.

d.    Menjelaskan bahwa kelak akan datang kembali rasul setelah Nabi Isa a.s., yaitu Nabi Muhammad SAW.

4.     Al-Qur'an diturunkan oleh Allah sebagai penyempurna dan perangkum kitab- kitab terdahulu, yaitu Taurat, Zabur, dan Injil. Maka setelah Al-Qur'an diturunkan, masa berlakunya kitab-kitab terdahulu sudah berakhir atau habis. Disebut AL-Qur'an karena merupakan kitab suci yang berisi ajaran-ajaran yang terbaik, wajib dipelajari dan dibaca, dan membacanya termasuk ibadah. Kandungan/isi Al-Qur'an adalah sebagai berikut :

a.    Akidah

Yaitu ajaran untuk mempercayai adanya Allah, maaikat, kitab, rasul, hari akhir dan takdir. Akidah juga mengajarkan tentang hal-hal yang bersifat ghaib.

b.    Ibadah

Yaitu ajaran untuk melaksanakan cara-cara beribadah kepada Allah.

c.    Akhlakul Karimah

Yaitu ajaran untuk berperilaku atau berbuat baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

d.    Tarikh

Yaitu cerita tentang sejarah umat terdahulu agar dapat diambil pelajaran bagi umat sesudahnya.

e.    Muamalah

Yaitu ajaran untuk mengadakan hubungan sesama manusia, baik dalam keluarga, tetangga, dan masyarakat.

 

C.   Dalil Naqli Bukti Kemurnian Al-Qurān

Image result for yunus 37-38

 

 

 

 

 

Artinya:     Tidaklah Mungkin Al-Quran ini dibuat oleh selain Allah; Akan tetapi Al-quran membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan didalamnya, dari Tuhan Semesta Alam. (Qs.Yunus : 37)

 

Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Quran itu mempunyai dua fungsi, yaitu:

1.    Membenarkan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan kepada Nabi Daud as, Nabi Musa as, dan Nabi Isa as.

2.    Menjelaskan isi yang terkandung dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah, yaitu kitab-kitab yang mengandung hukum-hukum Allah.

 

Paling tidak ada tiga aspek Al-Quran yang dijadikan bukti kebenaran bahwa seluruh petunjuk yang disampaikan benar-benar dari Allah. Ketiga aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi, jika diketahui bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang yang pandai menulis dan membaca . Oleh karena itu, secara akal tidak mungkin Al-Quran yang indah tersebut di buat oleh orang yang ummi dan hidup di tengah masyarakat yang ummi pula.

Ketiga aspek tersebut adalah:

a.    Aspek keindahan bahasa dan ketelitian redaksinya.

b.    Pemberitaan-pemberitaan umat terdahulu  seperti Fir’aun mengejar Nabi Musa.

c.    Isyarat-isyarat ilmiah al-Quran, misalnya cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedangakan cahaya bulan pantulan dari (cahaya-cahaya matahari).

D.   Perbedaan Kitab Dan Suhuf

  1. Pengertian Kitab

Kitab yaitu kumpulan wahyu Allah swt. yang disampaikan kepada para rasul untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup.

  1. Pengertian Suhuf

Suhuf yaitu wahyu Allah swt yang masih berupa selebaran tertulis yang disampaikan kepada para rasul tapi tidak wajib disampaikan kepada umat manusia.

  1. Persamaan Kitab dan Suhuf

Kitab dan Suhuf sama-sama wahyu Allah yang diturunkan kepada rasul-rasulnya.

  1. Perbedaan Kitab dan Suhuf

a.  Isi kitab lebih lengkap daripada suhuf.

b.  Kitab dibukukan sedangkan suhuf tidak dibukukan.

c.   Kitab biasanya berlaku lebih lama daripada suhuf.

E.   Keutamaan al-Qur’an

Al-Quran merupakan mu’jizat dari Allah, sebagai bukti kebenaran dari Allah. Ia memiliki berbagai keutamaan Al Quran di antaranya :

·         Keasliannya terjaga, Allah menjaminnya. Dalam sejarah Al-Quran terjaga melalui hafalan shahabat yang dilanjutkan para ulama dan hufadz (penghafal Quran).

·         Ditulis dan didokumentasikan dengan rapi, kemudian dibukukan yang dilakukan melalui pengujian yang ketat dan mutawatir (diterima semua pihak).

·         Al-Quran merupakan kitab yang universal yang berlaku untuk semua manusia, bahkan alam.

·         Al-Quran mencakup seluruh aspek kehidupan.

·         Al-Quran memiliki gaya bahasa dan isi yang tak tertandingi, meskipun satu surat saja.

·         Al-Quran merupakan sumber dari berbagai ilmu. Misalnya ilmu sejarah, bahasa, syariah, hikmah dan falsafah.

·         Al-Quran merupakan kitab yang tersusun rapi dan terinci, tetapi tidak memiliki pertentangan di dalamnya.

 

Terhadap kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur dan Injil), Al-Quran berfungsi sebagai (5 :48) :

1.    Nasikh (pengganti) terhadap syariat kitab-kitab terdahulu.

2.    Muhaimin (batu ujian) terhadap otensitas kitab terdahulu dari campur tangan manusia.

Mushaddiq (pembenar) terhadap ajaran-ajaran terdahulu.


0 comments:

Posting Komentar