Recent Posts

adsense

Senin, 03 Agustus 2020

JUJUR, AMANAH, DAN ISTIKOMAH - Materi PAI Kelas 7 - 03 Agustus 2020

Assalamu'alaikum Wr Wb

Hari ini kita akan belajar materi dibawah ini, semoga kita diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan dapat belajar dengan optimal. 

JUJUR, AMANAH, DAN ISTIKOMAH

 

A.    JUJUR

1.      Mari Berprilaku Jujur?

Jujur adalah kesesuaian sikap antaraperkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Apa yang diucapkan memang itulah yang sesungguhnya dan apa yang diperbuat itulah yang sebenarnya.Kejujuran sangat erat kaitannya denganhati nurani. Kata hati nurani adalahsesuatu yang murni dan suci. Hati nuraniselalu mengajak kita kepada kebaikan dankejujuran. Namun, kadang, kita engganmengikuti hati nurani. Bila kita melakukansesuatu yang tidak sesuai hati nurani,maka itulah yang disebut dusta. Apabilakita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakanbohong. Dusta atau bohong merupakan lawan kata jujur. Mengapa kita harus jujur? Jujur itu penting. Berani jujur itu hebat. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan yang harmonis, baik, dan seimbang. Agar tidak ada yang dirugikan, dizalimi dan dicurangi, kita harus jujur. Jadi, untuk kehidupan yang lebih baik kuncinya adalah kejujuran. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi:

 


 

“Dari Abdullah ibn Mas’ud r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga...” (H.R. Bukhori)

 

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “kejujuran itu mahal”. Ya, kejujuran memang sangat mahal karena berkata jujur itu terkadang sangat berat. Akan tetapi, agar dapat dipercaya orang, kita harus jujur. Rasulullah saw. telah memberi contoh nyata kepada kita. Pada masa jahiliyah sangat sulit mencari orang yang jujur. Dengan kejujuran Rasulullah saw. Menjadi orang yang paling terpercaya. Beliau mendapat gelar al-Am³n (dapat dipercaya) dari bangsa Quraisy. Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membuat hati jadi was-was. Akan tetapi, kadangkala ada orang yang tidak suka dengan kejujuran. Hal ini dapat terjadi kalau orang itu akan terganggu oleh kejujuran kita itu. Meskipundemikian jangan takut dan risau karena lebih banyak pihak yang mendukung kejujuran. Kejujuran merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan dalam Islam. Seharusnya sifat jujur juga menjadi identitas seorang muslim. Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah itu salah. Jangan dicampuradukkan antara yang hak dan yang batil. Allah Swt. berfirman:

 

 

“Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya ” (Q.S. al-Baqarah/2: 42)

 

Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka. Termasuk dalam jujur adalah jujur kepada Allah, jujur dengan sesama dan jujur kepada diri sendiri. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang shahih bahwa Nabi bersabda,

“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”

2.      Macam-Macam Kejujuran

a.       Jujur dalam niat dan kehendak. Ini kembali kepada keikhlasan. Kalau suatu amal tercampuri dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta;

b.      Jujur dalam ucapan. Wajib bagi seorang hamba menjaga lisannya, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar/jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran;

c.       Jujur dalam tekad dan memenuhi janji. Contohnya seperti ucapan seseorang, “Jikalau Allah memberikan kepadaku harta, aku akan membelanjakan semuanya di jalan Allah.” Maka yang seperti ini adalah tekad. Terkadang benar, tetapi adakalanya juga ragu-ragu atau dusta.

d.      Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batin, hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dengan amal batin;

e.       Jujur dalam kedudukan agama. Ini adalah kedudukan yang paling tinggi, sebagaimana jujur dalam rasa takut dan pengharapan, dalam rasa cinta dan tawakkal.

3.      Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:

a.       mendapatkan kepercayaan dari orang lain,

b.      mendapatkan banyak teman,

c.       dan mendapatkan ketentraman hidup karena tidak memiliki kesalahan terhadap orang lain.

 

B.     AMANAH

1.      Mari Berprilaku Amanah?

Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). Amanah juga berarti pesan yang dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak. Amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak Allah Swt., seperti salat, zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya. Amanah berkaitan erat dengan tanggung jawab. Orang yang menjaga amanah biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga amanah disebut orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menjaga amanah itu penting. Kalau kalian setuju dengan pernyataan ini, mulai sekarang kalian harus berlatih untuk menjaga amanah. Kalian harus berlatih untuk bertanggung jawab. Untuk berlatih tidak sulit. Mulailah dari menjaga amanah yang kecil-kecil, seperti bertanggung jawab saat piket kebersihan. Kalian belajar dan sekolah dengan sungguh-sungguh. Itu juga bagian dari menjaga amanah. Melaksanakan ibadah salat juga bagian dari menjaga amanah dari Allah Swt. Ternyata, tanpa disadari kalian sudah mulai berlatih menjaga amanah. Siapa tahu kelak di antara kalian ada yang mendapat amanah untuk menjadi seorang pemimpin. Jika kalian berlatih mulai dari sekarang, pada saat menjadi pemimpin tentu tidak sulit untuk menjaga amanah. Rasulullah saw. bersabda:

 

 

Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda:“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya...” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

Nah, sekarang saatnya kalian mengetahui macam-macam bentuk amanah.
Amanah itu dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

a.       Amanah terhadap Allah Swt.

Amanah ini berupa ketaatan akan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah Swt. berfirman:

 

 

”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Q.S. al-Anfal/8: 27)

Contoh amanah kepada Allah Swt. yaitu menjalankan semua yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang dilarangnya. Bukankah kita diciptakan oleh Allah Swt. untuk mengabdi kepada-Nya? Orang yang mengabdi kepada-Nya berarti telah memenuhi amanahNya. Orang yang tidak mengabdi kepada-Nya berarti telah mengingkari amanah-Nya.

b.      Amanah terhadap sesama manusia.

Amanah ini meliputi hak-hak antar sesama manusia. Misalnya, ketika dititipi pesan atau barang, maka kita harus menyampaikannya kepada yang berhak. Allah Swt. berfirman:

 



“Sesungguhnya Allah Swt. menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya... ” (Q.S. an-Nisa’/4: 58)

c.       Amanah terhadap diri sendiri.

Amanah ini dijalani dengan memelihara dan menggunakan segenap kemampuannya demi menjaga kelangsungan hidup, kesejahteraan, dan kebahagiaan diri. Allah Swt. berfirman:

 

 

“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya ”(Q.S. al-Mu’min┬Án/23: 8)

 

2.      Perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari bisa diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti :

a.       Menjaga titipan dan mengembalikannya dalam keadaan semula. Apabila kita dititipi sesuatu dari orang lain, misal barang berharga seperti emas, rumah ataupun barang lainnya, maka kita haruslah menjaga barang tersebut dengan sebaik mungkin. Pada saat barang titipan tersebut diambil kembali oleh pemiliknya, maka kita pun harus mengembalikannya seperti sedia kala.

b.      Menjaga rahasia. Apabila kita dipercayai oleh orang lain untuk menjaga rahasia, baik itu rahasia pribadi, keluarga, organisasi maupun rahasia negara maka kita wajib untuk menjaganya sehingga tidak bocor kepada orang lain.

c.       Tidak untuk menyalahgunakan jabatan. Jabatan merupakan amanah yang wajib untuk dijaga. Apabila kita diberikan jabatan dalam bentuk apapun, maka kita harus menjaga amanah tersebut. Segala bentuk penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga, maupun kelompok termasuk perbuatan apapun itu yang melanggar amanah.

d.      Memelihara semua nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT berupa umur, harta benda, ilmu, kesehatan dan lainnya. Semua nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada umat manusia merupakan bentuk amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

C.     Hikmah Perilaku Amanah

 

1.      Dipercayai oleh orang lain, ini bisa menjadi modal yang sangat berharga dalam menjalin suatu hubungan atau berinteraksi antar sesama manusia.

2.      Mendapat simpati dari berbagai pihak, baik itu kawan maupun lawan.

3.      Hidupnya akan sukses dan dimudahkan jalannya oleh Allah Swt.

 

D.    ISTIKOMAH

1.      Mari Berprilaku Istikomah?

Istikomah berarti sikap kukuh pada pendirian dan konsekuen dalam tindakan. Dalam makna yang luas, Istikomah adalah sikap teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan keislaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.

Seseorang yang mempunyai sifat Istikomah bagaikan batu karang yang berada di tengah-tengah lautan yang tidak tergeser sedikit pun, meskipun dihantam oleh gelombang yang sangat besar.

Istikomah terwujud karena adanya keyakinan akan kebenaran dan siap menanggung risiko. Sikap ini wajib dimiliki setiap muslim, termasuk kita sebagai pelajar. Istikomah dapat membantu kita untuk membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, kita sebagai pelajar harus memberikan contoh yang baik kepada siapa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar. Allah Swt. berfirman:

 

 

 

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqmah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati”(al-Ahqaf: 13)

Ayat di atas menjelaskan sikap orang-orang Istikomah, yaitu menepati dan mengikuti garis-garis yang telah ditentukan oleh agama, menjalankan semua perintah Allah Swt. dan meninggalkan semua larangan-Nya. Orang yang semacam itu tidak perlu khawatir terhadap diri mereka di hari kiamat karena Allah Swt. menjamin keselamatan mereka.

2.      Hikmah Perilaku Istikomah

Di antara hikmah perilaku Istikomah adalah sebagai berikut.

a.       Orang yang Istikomah akan dijauhkan oleh Allah Swt. dari rasa takut dan sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih yang menimpanya, tidak hanyut dibawa kesedihan dan tidak gentar dalam menghadapi kehidupan masa yang akan datang.

b.      Orang yang Istikomah akan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan di dunia karena ia tekun dan ulet.

c.       Orang yang Istikomah dan selalu sabar serta mendirikan salat akan selalu dilindungi oleh Allah Swt.

3.      Perilaku Istikomah dalam Kehidupan Sehari-hari

Perilaku Istikomah dapat diwujudkan memalui kegiatan:

a.       selalu menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya dalam keadaan apa pun dan di mana pun;

b.      melaksanakan salat tepat pada waktunya;

c.       belajar terus menerus hingga paham;

d.      selalu menaati peraturan, baik yang ada di rumah, sekolah, maupun masyarakat;

e.       selalu menjalankan kewajibannya dengan rasa senang dan nyaman, tidak merasa dipaksa atau dibebani.


0 comments:

Posting Komentar