Recent Posts

adsense

Selasa, 04 Agustus 2020

Kelas 7 Pkn - 4 Agt 2020 Semangat Pendiri Negara dalam Merumuskan dan Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara

Assalamu'alaikum Wr Wb

Hari ini kita akan belajar materi dibawah ini, semoga kita diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan dapat belajar dengan opitmal.

Semangat Pendiri Negara dalam Merumuskan 
dan Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara

1. Nilai Semangat Pendiri Negara
Sebelum kalian mempelajari tentang semangat kebangsaan para pendiri 
negara dalam perumusan dan penetapan Pancasila, telaah dan pelajari nila i 
semangat dalam diri sendiri dan orang lain.
Semangat mengandung arti tekad dan dorongan hati ya ng ku at u ntuk 
menggapai keinginan atau hasrat tertentu. Para pendiri negara meru pa ka n 
contoh yang baik dari orang -orang yang memiliki semangat yang ku at 
dalam membuat perubahan, yaitu perubahan dari negara terja ja h m enja di 
negara yang merdeka dan sejajar dengan negara - negara lain di dunia.
Perhatikan pernyataan-pernyataan pada paragraf berikut ini.
Semangat kebangsaan harus tumbuh dan dipupuk oleh set iap warga 
negara Indonesia. Hal ini harus tumbuh dalam diri warga negara untuk 
mencintai dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. 
Seseorang yang memiliki rasa kebangsaaan Indonesia akan memiliki ra s a 
bangga sebagai warga negara Indonesia. Kebanggaan sebagai bangsa d apa t 
kita rasakan, misalnya ketika kalian me-ngikuti upacara bendera di sekolah. 
Kalian menyaksikan bendera berkibar dengan megahnya di lapangan 
sekolah kalian. Demikian juga ketika bendera Merah Putih berkiba r d ala m 
kejuaraan olahraga antar negara.
Keberhasilan bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya, merupa - 
kan salah satu bukti cinta para pahlawan terhadap bangsa dan negara. Bukti 
cinta yang dilandasi semangat kebangsaan diwujudkan dengan 
pengorbanan jiwa dan raga segenap rakyat untuk merebut dan 
mempertahankan kemerdekaan dari penjajah.
Semangat kebangsaan disebut juga sebagai nasionalisme dan patriotisme. 
Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa ke-setiaan tertinggi 
atas setiap pribadi harus diserah-kan kepada  negara kebangsaan atau  nation 
state. Ada dua jenis pengertian nasionalisme, yaitu nasionalisme dalam arti 
sempit dan nasionalisme dalam arti luas. Nasionalisme dalam arti  sempit 
disebut juga dengan nasionalisme negatif karena mengandung makna 
perasaan kebangsaan atau cinta terhadap bangsanya yang sangat tinggi d a n 
berlebihan, sebaliknya memandang rendah terhadap bangsa lain.

a.   Pro Patria dan  Primus Patrialis, artinya mencintai tanah air dan men-dahulukan kepentingan tanah air.
b.  Jiwa solidaritas dan kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat 
terhadap perjuangan kemerdekaan.
c.  Jiwa toleransi atau tenggang rasa antaragama, antarsuku, 
antargolongan dan antarbangsa.
d.   Jiwa tanpa  pamrih dan bertanggung jawab.
e.   Jiwa ksatria dan kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam.
Nasionalisme dan patriotisme dibutuhkan bangsa Indonesia untuk 
menjaga kelangsungan hidup dan kejayaan bangsa serta nega ra. Ke jaya an 
sebagai bangsa dapat d icontohkan oleh seorang atlet yang berjuang dengan 
segenap jiwa dan raga untuk membela tanah airnya. Contoh lainnya ad ala h 
semangat yang dimiliki para pendiri negara dalam merumus-kan Pancasila . 
Mereka memiliki semangat mendahulukan kepentingan bangsa dan ne gara 
di atas kepentingan pribadi ataupun golongan.

2.  Komitmen para Pendiri Negara dalam Perumusan 
Pancasila sebagai Dasar Negara
Komitmen adalah sikap dan perilaku yang ditandai oleh rasa memiliki, 
memberikan perhatian, serta melakukan usaha untuk mewujudkan harapan 
dan cita-cita dengan sungguh- sungguh. Seseorang yang memiliki komitmen 
terhadap bangsa adalah orang yang akan mendahulukan kepentingan 
bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya.
Para pendiri negara dalam perumusan Pancasila memiliki ciri-ciri 
komitmen pribadi sebagai berikut.
a.   Mengutamakan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme. 
Pendiri negara memiliki semangat persatuan, kesatuan, dan 
nasionalisme yang tinggi. Hal ini diwujudkan dalam bentuk mencintai 
tanah air dan men- dahulukan kepentingan bangsa dan ne gara d i a tas 
kepentingan pribadi dan golongan.
b.  Adanya rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia. Para pendiri ne g ara 
dalam merumuskan dasar negara Pancasila dilandasi oleh rasa memiliki 
terhadap bangsa Indonesia. Oleh karena itu,   nilai-nilai yang lahir dalam 
Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri. Nilai ketuhanan, 
kemanusiaan, persatuan, musyawarah,- dan keadilan sosial adalah 
nilai-nilai yang berasal dan digali dari bangsa Indonesia.